kapri

Kapri adalah jenis kacang-kacangan yang biasa digunakan sebagai pelengkap sayuran. Budidaya tanaman ini tergolong langka, tidak sesemarak cabe misalnya. Namun tanaman ini menyimpan potensi laba yang luar biasa.

Sebenarnya saat ini saya bermaksud mengembangkan tanaman jenis ini. Namun sedang mencari partner buat pemasaran. Andakah itu?

May 22, 2010 at 2:06 pm Leave a comment

Grubi

Ini adalah makanan tradisional yg berpotensi untuk dikembangkan menjadi bisnis yg besar.

Mau tau cara membuatnya?

Bahan:
500 gr ubi jalar
200 gr gula jawa, disisir
garam sedikit
minyak untuk menggoreng

grubi
Cara Membuat:
Kupas ubi jalar, kemudian potong-potong ukuran batang korek api. Langsung rendam dalam air supaya tidak berwarna hitam
Setelah semua ubi teriris rapi, keluarkan dari air. Tiriskan
Panaskan minyak dalam jumlah banyak sehingga ubi tergenang. Masukkan semua ubi yang telah dipotong-potong sekaligus ke dalam minyak panas
Setelah kering dan berwarna kekuning-kuningan, masukkan gula jawa dan garam. Aduk sampai gula mencair
Setelah ubi dan gula tercampur rata, angkat dan keluarkan dari kuali. Tiriskan
Cepat-cepat cetak grubi selagi panas. Tekan-tekan sampai padat dan biarkan dingin, baru grubi dikeluarkan dari cetakannya

November 6, 2009 at 7:59 am Leave a comment

Refleksi Bunuh Diri

Roh Moo Hyun adalah mantan presiden Korsel yang meninggal dunia karena bunuh diri. Namun dalam adat sana, bunuh diri karena alasan tertentu merupakan tindakan terpuji sehingga mendapat penghormatan yang setinggi-tingginya.

Namun dalam terminologi Islam, bunuh diri itu haram, karena menunjukkan keputus asaan. Padahal setiap persoalan pasti ada jalan keluarnya.

Lepas dari 2 statemen yang berbeda tersebut, ada beberapa cara yang dilakukan untuk bunuh diri. Bisa lompat dari ketinggian, ngagantungkan tali di leher, menembakkan senapan ke kepala, mogok makan serta minum obat-obatan berbahaya.

Namun pernahkah anda membayangkan kasus bunuh diri pada binatang?

bunuhdiri

November 4, 2009 at 8:33 am Leave a comment

Pentingnya Kerjasama

Kecuali dalam hal yang negatif, kita dianjurkan untuk saling bekerjasama. Dengan bekerja sama, pekerjaan yang berat akan menjadi ringan. Seperti kata pepatah, bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh, maka kerja sama bisa membuat kekuatan yang kita miliki menjadi terasa luar biasa. Jika kita punya sebuah komunitas yang kompak, hendaknya kekompakan itu perlu selalu dijaga, karena harganya tak ternilai dengan uang.

Kerjasama, selain membuat pekerjaan menjadi terasa ringan juga bisa menyelamatkan kita dari jurang kehancuran. Ilustrasi berikut bisa dijadikan bahan renungan :

2vmyote

November 3, 2009 at 3:03 am Leave a comment

Mengatasi Hambatan Jarang Olah Raga

Di dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang kuat itulah semboyan dalam dunia olah raga…  sehingga perlu digalakkan yang namanya mengolah ragakan masyarakat serta memasyarakatan olah raga.

Anda jarang berolah raga? Ada baiknya kebiasaan anda ini anda rubah, sebelum sesal di kemudian hari. Jika jawabannya adalah ya, anda malas berolah raga, perlu diselidiki, ada apa gerangan. kenapa anda jarang berolah raga.

Jika jawaban anda adalah malas, maka anda arus mencari cara bagaimana caranya agar termotivasi dalam berolah raga. Ada banyak cara. Salah satunya cari tempat2 yg bisa cuci mata…

Namun jika jawaban anda adalah force majeur, maka perlu pendekatan sosial kalau perlu politik. Semisal anda suka lari pagi, tapi tetangga memelihara anjing atau angsa yang dibiarkan berkeliaran, perlu pendekatan kepada pemilik binatang kalau sudah seperti ini.

Begitu juga jika anda suka cabang olah raga atletik.

2007-06-12_bola

jika suatu ketika ada hambatan seperti ini, anda harus melakukan pendekatan dari hati ke hati.

Kadang hambatannya lebih besar lagi. Misalkan anda suka olah raga sepak bola.

gawang kayu

Jika sudah seperti ini, marah tidak akan menyelesaikan masalah.

November 2, 2009 at 7:02 am Leave a comment

Bibit Chandra… what’s wrong? (kutipan tulisan Indra J Piliang)

Kemaren, tanggal 29 Oktober 2009, tepat sehari setelah Hari Sumpah Pemuda, Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto ditahan di Mabes Polri. Keduanya dikenakan tuduhan telah menyalahgunakan wewenang sebagai pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bagi saya, ini adalah masalah hukum yang pelik dan rumit. Dan saya merasa tidak tahu apa-apa tentang itu, selain hanya membaca perdebatan hukum di media dan bertanya lewat para ahlinya. Yang ingin saya tulis adalah Chandra M Hamzah. Kami menyebutnya dengan nama Pance. Dulu, ketika masuk UI tahun 1991, dia adalah Ketua Harian Senat Mahasiswa UI. Dalam balairung besar UI, Pance bersuara lantang menyambut para mahasiswa UI yang berjumlah ribuan. Slogan yang dipakai oleh SMUI waktu itu adalah “Tiada Kata Jera dalam Perjuangan.” Chandra juga Komandan Resimen Mahasiswa UI yang bermarkas di pintu masuk UI, dekat para mahasiswa menunggu bis kuning. Pance kuliah di Fakultas Hukum UI. Dia berhasil menjadikan Menwa UI sebagai organisasi yang tidak sesangar di kampus lain. Hubungannya begitu dekat dengan kelompok atau organisasi mahasiswa lain. Begitu juga dengan SMUI, Pance berhasil menjadikan sebagai organisasi yang padu, ketika berhadapan dengan aturan organisasi mahasiswa yang berubah-ubah. Pance menggantikan Eep Saefullah Fatah (FISIP UI) sebagai Ketua Harian SMUI. Di kemudian hari, Bagus Hendraning menggantikan Pance. Proses pemilihan waktu itu dilakukan oleh Ketua-ketua Senat Mahasiswa Pakultas. Setelah itu, baru diadakan pemilihan raya (pemira) dengan ketua terpilih Zulkiefliemansyah (FEUI). Baru berturut-turut Komaruddin (FISIP UI), Selamat Nurdin (FISIP UI) dan Rama Pratama (FEUI). Saya pernah maju jadi Ketua SMUI tahun 1995, namun kalah dari Komaruddin. Pance adalah organisatoris yang baik. Dia juga aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Saya masih mengingat bagaimana dia mendekati para yunior satu demi satu, lalu memberikan pemahaman tentang kemahasiswaan. Seingat saya – ada dalam catatan harian saya –, Pance menilai saya sebagai yunior yang susah berbicara. Kalau berbicara, sulit dimengerti. Mungkin karena logat atau memang karena sejak kecil saya “teloh” (bahasa Minang) alias gagap berbicara. Aktivitas di UI memang membuat saya mulai membiasakan diri, pertama lewat catatan di buku sebelum berbicara, lalu pelan-pelan mulai mengandalkan ingatan. Ketika Pance menjadi Ketua Harian SMUI, kami sempat mengadakan kegiatan nasional dengan tajuk Diskusi Mahasiswa Tentang Tinggal Landas (DMTL). Waktu itu saya kebagian sebagai seksi acara. BJ Habibie hadir waktu itu, juga pimpinan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Sebagian dari pimpinan mahasiswa itu kini menjadi pemimpin dalam dunianya masing-masing, terutama di bidang pendidikan, lembaga swadaya masyarakat, kaum profesional, intelektual dan lain-lain. Terlalu banyak nama untuk disebutkan. Pada tahun berikutnya, di masa kepemimpinan Bagus Hendraning, diadakan juga Simposium Nasional Angkatan Muda 1990-an: Menjawab Tantangan Abad 21. Kebetulan saya sendiri yang menjadi Ketua Panitia Pelaksana. Eep dan Pance menjadi narasumber dalam kegiatan kemahasiswaan itu. Saya juga hadir ketika Pance menikah dengan istri pertamanya: Nadia Madjid. Di sana saya baru tahu Pance adalah putra Minang dengan penggunaan adat Minang dalam prosesi pernikahan. Mbak Nadia adalah mahasiswa Fakultas Sastra UI jurusan Bahasa Inggris dan putri Nurcholis Madjid. Masih ada foto perkawinan itu, ketika setiap orang ingin berdiri berdekatan dengan Cak Nur. Selama periode itu, kami beberapa kali bertemu, terutama dalam forum-forum diskusi mahasiswa. Dibandingkan antara Pance dengan Eep Saefullah Fatah, tentu saya lebih banyak bertemu dengan Eep, baik sebagai notulis, moderator, sampai kemudian sebagai pembicara pendamping dan pembicara pengganti tentang gerakan mahasiswa. Skripsi saya juga tentang gerakan mahasiswa. Ketika aksi-aksi mahasiswa 1998 meledak, saya ketemu Pance di pagar halaman kampus UI Salemba. Waktu itu tanggal 2 Mei 1998. Keluarga Besar UI mengerahkan massanya, ketika senat-senat mahasiswa justru tidak bergerak. Di kampus terpasang pengumuman dari Ketua-Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Kedokteran UI, Fakultas Ilmu Keperawatan UI dan Fakultas Kedokteran Gigi UI bahwa mereka tidak bertanggungjawab atas aksi mahasiswa hari itu. Saya lihat beberapa tokoh luar kampus hadir di panggung orasi, seperti Ali Sadikin, Adnan Buyung Nasution, dan Rohut Sitompul. Saya sempat mengusir Rohut Sitompul dari atas mimbar. Kebetulan, para mahasiswa dari luar kampus bergerak di jalanan Salemba dan ingin agar mahasiswa UI ikut turun ke jalan. Para mahasiswa UI sedikit terpancing, tetapi ditahan oleh aparat keamanan bersenjata lengkap di pagar kampus. Saya dan Pance ada di tengah-tengah aparat dan mahasiswa UI itu, mencegah agar mahasiswa tidak keluar kampus dan juga menghalangi aparat yang mendekat langkah demi langkah mendekati mahasiswa. Belakang saya tahu aksi di pagar kampus itu masuk CNN. Memang sempat terjadi aksi dorong-dorongan, tetapi tidak sampai menjadi bentrokan. Kepada saya Pance mengatakan bahwa Ia mendapatkan informasi betapa mahasiswa UI akan dikorbankan. Dia mewanti-wanti agar saya menghubungi pimpinan aksi mahasiswa untuk tidak membuat massa mahasiswa UI turun ke jalan. Saya menyampaikan informasi itu di posko yang kami buat di Gang Kober (Kuburan), Depok. Pimpinan KBUI memang berkumpul di sana dan kini sebagian sudah mendapatkan gelar doktor dan masih banyak yang mengambil gelar doktor di luar negeri. Ketika menduduki Gedung MPR-DPR, Pance juga terlihat di luar pagar. Menurut informasi yang saya dapat, dia berusaha mencegah kalau terjadi penyerbuan atas mahasiswa yang menduduki gedung itu. Pance menyediakan sejumlah bis untuk evakuasi, kalau tiba-tiba terjadi penyerbuan. Isu penyerbuan itu menyebabkan kami tidak bisa tidur. Pada dini hari, pukul 03.00, kami sempat terbangun dan berlari sekencang-kencangnya menuju halaman belakang, karena ada info sweeping dan penyerbuan dari pasukan militer di luar gedung. Gedung DPR-MPR itu tidak jadi diserbu, justru dimasuki oleh banyak sekali tokoh yang kemudian dikenal sebagai tokoh-tokoh reformasi. Peran Pance yang paling besar menurut saya adalah dalam berhubungan dengan ayah mertuanya, Cak Nur. Setelah semuanya berakhir, Pance saya dengar lebih banyak aktif di law-firm yang dia pimpin. Kebetulan saya juga kenal para tetua di sana yang dikenal sebagai genk Erry Riyana Hardjapamengkas. Dia juga berinisiatif membentuk lembaga-lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang advokasi hukum. Salah satunya adalah Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK). Ada beberapa teman yang aktif disana. Ketika konflik horizontal meledak di banyak daerah, seperti di Ambon, kelompok itu juga aktif mengumpulkan tokoh-tokoh masyarakat yang kemudian membentuk Forum Indonesia Damai. Saya juga aktif di kelompok itu dan beberapa kali ikut rapat di kawasan Kebayoran Baru. Belakangan, kelompok inilah yang menjadi salah satu pihak yang aktif dalam amandemen Konstitusi, paling tidak dalam mendorong dari belakang. Saya juga terlibat menjadi anggota dari Koalisi Konstitusi Baru (KKB). Adegan paling “heroik” adalah ketika Bambang Widjojanto merobek naskah pembentukan Komisi Konstitusi versi MPR. Para pengacara lain setahu saya sibuk dengan menjadi pengacara bagi para tersangka Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), terutama yang perusahaannya masuk ke dalam BPPN. BPPN waktu itu memiliki aset ratusan trilyun rupiah. Rata-rata mereka kemudian menjadi kaya raya. BLBI, kita tahu, telah menghabiskan uang negara sebanyak lebih dari Rp. 600 Trilyun, hampir 100 kali lipat skandal Bank Century. Tetapi tidak ada artinya dibandingkan dengan dana tanggap darurat yang hanya Rp 100 Milyar untuk gempa di Sumatera Barat. Butuh lebih dari 60 gempa bumi lagi berkekuatan 7,9 scala richter agar dana turun Rp. 6 Trilyun. Atau butuh 6000 gempa bumi lagi berkekuatan 7,9 scala richter agar dana turun Rp. 600 Trilyun. Nama Chandra muncul lagi sebagai kandidat pimpinan KPK yang diseleksi di DPR RI. Saya sendiri gagal lolos ke DPR RI sebagai calon anggota KPU. Suara yang diperoleh Chandra berada di urutan atas. Tapi dalam pemilihan Ketua KPK, dia kalah dari Anthasari Azhar. Saya beberapa kali saja mengirimkan SMS kepada Chandra atau Pance ini. SMS terakhir saya kirimkan menjelang deklarasi saya sebagai politisi di Universitas Paramadina, Jakarta, tanggal 6 Agustus 2008. Chandra datang dan memberikan kesaksian (lihat di www.indrapiliang.com bagian testimony): “Terima kasih. Pada dasarnya Saya kenal Indra ini 15 tahun yang lalu. Jadi kebetulan waktu itu saya Ketua Senat Mahasiswa UI dan kemudian Beliau ini masuk dalam seksi kepengurusan. Sejak pertama saya kenal yang namanya Indra itu memang tukang kritik, tukang ribut, apapun dipertanyakan. Sehubungan dengan niat Indra untuk masuk ke DPR, jadi kami di KPK memang menganggap ada korupsi di pengadaan badan dan jasa, ada korupsi di beberapa sektor lain. Tetapi satu hal yang paling sukses adalah korupsi dalam pembuatan peraturan perundang-undangan. Sampai saat ini katakanlah UU kita UUD 1945, itu umurnya sebelum di amandemen masih berlaku sampai tahun 1999. 55 tahun UUD 1945 itu berlaku dan yang membuat sudah meninggal. Berarti kita dikuasai oleh orang-orang mati. Kitab UU Hukum Perdata di Indonesia itu itu dibuat pada tahun 1930 dan sekarang sudah 2008, berarti sudah 78 tahun. Jadi seandainya proses pembuatan legislasi undang-undang ini diwarnai dengan nuansa korupsi, maka bisa dibayangkan generasi ke depan akan di kekang atau hidup dalam suasana yang korup. Jadi korupsi yang ada di pengadilan hanya satu orang, satu keluarga atau sekelompok orang, tetapi korupsi yang ada di legislatif menjadi kolektif. Itu adalah sumber permasalahan kenapa bangsa ini menjadi demikian terpuruk. Dan hadirnya Indra mudah-mudahan tidak larut, karena ada beberapa asumsi, mudah-mudahan tidak benar, kalau kita masuk ke sarang penyamun, jadi penyamun juga. Terima kasih. (Chandra M Hamzah, Wakil Ketua, Komisi Pemberantasan Korupsi)” Terakhir jumpa Chandra saya lupa, barangkali dalam suatu malam di sebuah cafe di TIM ketika sejumlah teman bertemu. Tapi yang jelas, Chandra alias Pance ini adalah produk murni dari reformasi. Almarhum Cak Nur mengatakan bahwa yang dibutuhkan dalam zaman reformasi ini adalah kaum reformis yang otentik. Saya bersaksi bahwa Chandra alias Pance ini adalah produk dari kaum reformis yang otentik itu. Apakah karena itu ia ditahan? Apakah karena itu ia diperiksa? Atau adakah drama-drama lain yang terlihat semakin hebat dipertontonkan dalam produk kemasan seperti sekarang ini? Indonesia jelas berada di tubir jurang negara gagal (failed state). Apakah penahanan Chandra bagian dari sangkakala kematian sebuah bangsa itu, seperti yang pernah ditangisi oleh Kahlil Gibran atas kematian bangsa Libanon? Yang jelas, seperti Chandra yang berucap di hadapan ribuan mahasiswa UI tahun 1991 lalu itu, saya hanya bisa katakan: TIADA KATA JERA DALAM PERJUANGAN!!

Indra J Piliang

Mantan Aktivis Organisasi Kemahasiswaan UI 1990-an

October 31, 2009 at 9:45 am Leave a comment

Gaji menteri naik

Menkeu yang baru -saja dilantik- baru saja mengumumkan bahwa gaji menteri dan tunjangan2 serta fasilitas2nya selama ini dinilai kurang layak, sehingga sudah sepantasnya untuk ditingkatkan. Menteri2 yang lain mengamini, sementara para oposan dan rakyat jelata yang hanya kebagian peran menjadi penonton memprotes mentah-mentah.

Bagi orang Jawa, membicarakan upah sebelum bekerja adalah tabu. Apalagi menteri adalah jabatan politik yang ‘niat’ awalnya adalah untuk mengabdi. Orang-orang yang mengabdikan hidupnya untuk kemajuan sebuah tatanan masyarakat, bisa dipastikan akan mendapat sanjungan yang luar biasa, bahkan bisa disebut pahlawan. Jika statusnya sudah menjadi pahlawan, maka nama harumnya akan dikenang sepanjang masa meski jasadnya sudah tak mampu lagi bergerak.

Namun ketika jasa yang diberikan ‘kok’ ternyata masih meributkan imbalan, sepertinya sanjungan dari masyarakat, apalagi untuk memberi gelar pahlawan dari lubuk hati yang paling dalam -bukan atas dasar keputusan dewan yang menggunakan sistem voting- tentulah akan sangat sulit didapat.

Padahal gaji menteri yang 18 juta bukanlah jumlah yang sedikit. Okelah para penguasa bisnis atau eksekutif perusahaan-perusahaan besar bergaji jauh lebih tinggi dari itu, tapi mereka kan sama sekali tidak punya kesempatan untuk menjadi pahlawan negara? mereka tidak mungkin menjadi selebritis politik, popularitas mereka tidaklah sementereng para menteri. Singkatnya, mereka tidak mungkin dikenang. Lagipula kalo saja para menteri mau sedikit berhemat dengan menggunakan mobil yang asal pantas saja, tidak mengejar kemewahan, akan jauh lebih bayak penghematan yang didapat. Boleh lah menteri mengedepankan social cost sebagai alasan, semisal menyumbang ke tempat teman yang hajatan atau ada proposal yang masuk, tapi hal itu seharusnya bisa ditangkis dengan sosialisasi kayak semisal dilarang mengajukan bantuan kepada menteri, karena gaji menteri hanya dukhususkan untuk kehidupan sehari-hari, titik. cukup. Hajatan? nyumbang saja semampunya. Yang punya hajat pasti maklum, toh sudah ada sosialisasi.

Apalagi kalau para menteri menggunakan mobil yang ala kadarnya, maka rakyat akan mencontohnya, dan gaya hidup Indonesia tidaklah terlalu glamour. Bisa dibayangkan kalau rakyat Indonesia tidak lagi silau pada mobil2 mewah, uang yang seharusnya untuk beli mobil bisa dialokasikan untuk pemberdayaan ekonomi lemah, pemerataan ekonomi makin meningkat.

Jadi sebenarnya menjadi menteri itu memiliki nilai sosial yang tidak bisa diukur dengan rupiah…. tapi ketika nilai sosial yang ada ingin diuangkan, sepertinya persepsi masyarakat akan berubah.

Kalau ada pertanyaan, lah… kalau gaji menteri kecil, tar siapa yang mau jadi menteri? Asalkan gaji tersebut sudah cukup untuk menghidupi diri sendiri dan keluarga, saya yakin masih banyak orang yang mau jadi menteri. Karena disitulah kesempatan beramal saleh, membuat hidup penuh berkah.

October 29, 2009 at 10:55 am Leave a comment

Budidaya Selada

Family Asteraceae

selada keriting

Deskripsi

Jenis yang banyak diusahakan di dataran rendah ialah selada daun. Jenis ini begitu toleran terhadap dataran rendah sampai di daerah yang sepanas dan serendah Jakarta pun masih subur dan bagus pertumbuhannya. Selada daun memiliki daun yang berwama hijau segar, tepinya bergerigi atau berombak, dan lebih enak dimakan mentah. Varietas selada daun yang baik antara lain new york, imperial, great lakes, dan pennlake.

Manfaat

Selada (Lactuca sativa) memiliki penampilan yang menarik. Ada yang berwama hijau segar dan ada juga yang berwama merah. Selain sebagai sayuran, daun selada yang agak keriting ini sering dijadikan penghias hidangan.

Syarat Tumbuh

Selada yang ditanam di dataran rendah cenderung lebih cepat berbunga dan berbiji. Suhu optimal bagi pertumbuhan selada ialah antara 15-25°C. Jenis tanah yang disukai selada ialah lempung berdebu, lempung berpasir, dan tanah yang masih mengandung humus. Meskipun demikian, selada masih toleran terhadap tanah-tanah yang miskin hara asalkan diberi pengairan dan pupuk organik yang memadai. Sebaiknya tanah tersebut bereaksi netral. Jika tanah asam, daun selada menjadi kuning. Oleh karena itu, untuk tanah yang asam sebaiknya dilakukan pengapuran terlebih dahulu sebelum penanaman.

Pedoman Budidaya

Benih Selada diperbanyak dengan biji. Bijinya, yang’ kecil diperoleh dari tanaman yang dibiarkan berbunga dan bertiuah. Setelah tua tanaman dipetik dan diambil bijinya. Namun, sekarang benih selada banyak dijual di toko pertanian. Khusus untuk benih selada hibrida lebih baik dibeli di toko. Hal ini bertujuan agar produksi dan mutu produksinya tetap prima. Untuk satu hektar lahan dibutuhkan sekitar 250 g benih. Umumnya benih selada disemai terlebih dahulu: Penanaman langsung dapat saja dilakukan, namun lebih baik kalau disemaikan lebih dahulu. Penyemaian dapat dilakukan di dalam kotak ataupun di lahan. Bila di lahan lakukan pengolahan tanah hingga gembur. Tambahkan pasir dan pupuk kandang. Taburkan bibit secara merata. Lalu tutupi dengan lapisan tanah tipis-tipis. Setelah berumur sekitar 3 minggu bibit siap dipindahkan ke lahan. Penanaman Tanah yang hendak ditanami diolah dahulu. Tanah dicangkul sedalam 20 cm. Balu-batu kecil maupun besar dikeluarkan dari lahan. tanah yang mengeras atau berbungkah dihaluskan. Ini penting karena perakaran tanaman selada yang kecil dan dangkal sulit menembus lapisan tanah yang keras. Selada ditanam dalam bedengan-bedengan. Lebar bedengan 1-1,2 m dengan tinggi permukaan tanah sekitar 20 cm. Panjang bedengan disesuaikan dengan kondisi lahan. Antarbedengan dibuat parit kecil tempat mengatur kelebihan atau kekurangan air. Sedang jarak tanam yang digunakan adalah 20 x 25 cm.

Pemeliharaan

Pemeliharaan Ketika tanaman berumur 2 minggu sudah harus dilakukan penyiangan. Hal ini karena perakaran selada dangkal sehingga kurang mampu bersaing dengan tanaman lain dalam menyerap hara. Penyiangan juga berfungsi untuk menekan serangan hama-penyakit. Interval pengerjaannya adalah seminggu sekali. Pengairan pada tanaman selada patut mendapat perhatian. Apalagi di dataran rendah di mana udara lebih panas dan sering kekurangan air. Kebutuhan air mutlak dipenuhi pada awal pcnanaman, saat penyiangan pertama (umur 2 minggu), dan ketika tanaman berumur sebulan. Bila hujan tidak turun, lakukan penyiraman dengan gcmbor atau melewatkan air melalui parit pengairan. Jaga pula agar parit pengairan mampu melewatkan kelebihan air di saat turun hujan lebat. Pemupukan Kebutuhan pupuk kandang untuk tanaman selada adalah 10 ton/ha. Pupuk ini dicampurkan di permukaan areal tanam. Selain pvpuk kandang, tambahkan juga pupuk kimia terutama Urea. Dosis yang dibcrikan ialah Urea 200 kg, TSP 100 kg, dan KCI 100 kg ger hektar. Pupuk diberikan dalam aluran di kiri-kanan tanaman. Pemberiannya dilakukan saat penanaman.

Hama dan Penyakit

Tanaman selada sering menjadi sasaran kutu daun. Akibat serangan hama ini daun mengerut dan mengering karena kurang cairan. Jika tanaman muda yang diserang maka pertumbuhan tanaman tidak sempurna atau kerdil. Insektisida yang biasa digunakan untuk mengendalikan kutu- ini antara lain Diazinon; Bayrusil, atau Orthene 75 SP. Semprotkan dengan dosis 2 cc/l air. Hama thrips cukup merisaukan petani selada. Ciri serangan thrips ialah daun menguning, mengering, dan tcrakhir tanaman mati. Hama ini dapat dikendalikan dengan Tamarot 200 EC, Bayrusil 250 EC, atau Tokuthion 500 EC dengan dosis 2 ml/l air. Penyakit yang sering ditemui di lahan selada ialah busuk batang. Gejalanya ditandai oleh batang yang melunak dan berlendir. Penyebabnya ialah cendawan Rhizoctonia solani. Bila menyerang tanaman di persemaian, sering mengakibatkan busuk akar. Saat kondisi lahan lembap serangan penyakit bisa menghebat, Untuk pencegahannya, kebersihan lahan harus dijaga dan kelembapan lahan dikurangi. Dapat pula dilakukan penyemprotan fungisida Maneb atau Dithane M 45 dengan dosiss 2 g/l.

Panen dan Pasca Panen

Selada dapat dipanen ketika berumur 2-3 bulan setelah tanam. Namun, bisa saja kurang dari umur tersebut tanaman sudah layak konsumsi, jadi bisa dipanen lebih cepat. Cara panen selada dengan memotong bagian tanaman di atas permukaan tanah. Bisa juga dengan mencabut semua bagian termasuk akar. Setelah akar dicuci, daun-daun yang rusak dibuang. Kelompokkan selada berdasar ukuran. Yang besar dengan yang besar dan yang kecil dengan yarrg kecil. Selada ini harus segera dipasarkan karena tak tahan panas dan penguapan.

October 20, 2009 at 12:35 am Leave a comment

Terarium

6509_CP_terarium

Ingin “berkebun” tapi tak punya halaman? Jangan bingung. Terarium jadi alternatif bagi yang tetap ingin melakukan penghijauan di mana saja.

Terarium adalah cara menanam tanaman di dalam wadah tembus pandang atau kaca. Seperti halnya akuarium yang berfungsi memamerkan keindahan beragam ikan, terarium juga memajang satu atau lebih tanaman cantik yang disusun indah di dalamnya.

Sebenarnya, terarium sudah lama dikenal. “Tapi belakangan ini bangkit kembali karena global warming sehingga banyak orang terpicu untuk melakukan penghijauan di mana-mana,” kata Evelina, Ketua Ikatan Alumni Pelatihan Pertamanan (IAPP).

“Mereka yang tinggal di apartemen dan tidak punya lahan besar, atau terlalu sibuk dan enggak sempat berkebun tapi tetap ingin melakukan penghijauan dan memiliki taman, bisa memilih terarium. Terarium pun bisa mempercantik rumah yang besar, misalnya diletakkan di atas meja ruang keluarga,” kata Evelina, yang ditemani beberapa pengurus IAPP lainnya.

Namun, tak bisa sembarang tanaman dapat ditanam dalam wadah kaca. Menurut Evelina, yang cocok untuk terarium adalah jenis tanaman yang pertumbuhannya lamban dan sangat mudah dirawat. “Seperti kaktus dan sukulen yang tumbuhnya tidak terlalu besar dan tahan lama,” ujarnya.

Selain sukulen dan kaktus, tanaman lain seperti Sansivieria dan Bromelia pun bisa menjadi pilihan alternatif lainnya. Jenis tanaman seperti tadi, mudah dirawat dan tidak harus disiram setiap hari.

Ketika disiram, Evelina menerangkan, airnya tak perlu langsungke tanaman, tapi cukup ke pinggiran kacanya saja agar tanaman tak cepat membusuk. Selain itu, Evelina juga menyarankan agar terarium dikeluarkan dari dalam rumah atau ruangan seminggu sekali, agar tak cepat membusuk dan pertumbuhannya tidak terlampau cepat.

“Tapi sebaiknya jangan langsung terkena hujan atau sinar matahari. Pertama-tama, letakkan di teras saja dulu agar bisa beradaptasi dengan suasan luar ruangdan menghirup udara bebas. Setelah itu, perlahan-lahan boleh tertimpa sinar matahari.”

PUNYA PENGGEMAR SENDIRI
Melihat proses perawatannya yang tak terlalu sulit, terarium pun cukup mudah dibuat sendiri. Kendati demikian, Eveline menambahkan, biaya yang dibutuhkan untuk membuat satu terarium sangat tergantung pada pemilihan jenis tanaman dan wadah kacanya.

Modal membuat terarium, ungkapnya, bisa dimulai dari Rp 50 ribu hingga jutaan rupiah. Semakin eksklusif bentuk wadah kacanya, tentu biaya membuat terarium akan semakin mahal.

Uniknya lagi, meski hanya ditempatkan di dalam wadah terbatas, terarium juga tetap menggunakan media tanam seperti arang, kompos, dan zeloit. “Ketiga media tanam ini sebaiknya jangan dicampurkan, tapi letakkan secara terpisah-pisah agar makin terlihat gradasi warnanya. Media arang harus diletakkan di bagian paling bawah agar bisa meresap air siraman,” saran Evelina.

Meski mudah, menurut Evelina, proses yang paling sulit dalam membuat terarium adalah ketika harus menempatkan komposisi tanaman di dalam wadah. Sebab, akan dibutuhkan kesabaran yang cukup tinggi.

Sebagai langkah awal, tanaman ditata sesuai dengan wadahnya. Usahakan agar tanaman tidak diletakkan berdesakan. Perbedaan tinggi tanaman pun sebaiknya proporsional. Sesuaikan antara tanaman yang tinggi dengan yang lebih rendah.

Bagi Evelina, disitulah seninya membuat terarium, bagaimana memposisikan tanaman dan menyesuaikan tinggi rendahnya. Yang patut diperhatikan, tanaman jangan sampai melewati mulut wadah. Jika wadahnya cukup besar, bisa letakkan pot kecil di dalamnya. “Variasinya, sangat tergantung pada yang membuatnya.”

Jika semuanya tampak mudah dilakukan, lalu adakah kendala dalam membuat terarium? Menurut Evelina, kendalanya hanya satu, yaitu sulitnya mencari tanaman yang cocok dan pas untuk terrarium. “Biasanya, kendala muncul ketika harus pemilihan warna tanaman,” sambung Tri, salah satu anggota IAPP, yang juga ahli kompos.

Terarium, lanjut Tri, memiliki kelas tersendiri dan tidak semua orang bisa menyukainya. “Jujur saja, lebih banyak mereka yang secara ekonomi berada di kelas atas yang mengerti tanaman dan seni. Jadi, mereka bis alebih tahu keindahan terarium itu ada di mana,” tukasnya.

October 19, 2009 at 2:39 am Leave a comment

Batikku sayang…

batikku

Busana Batik sepertinya cocok untuk hampir semua Kondisi, ini memang benar sudah kenyataannya. Target pasar batik yang terus tumbuh merupakan peluang usaha yang saya rasa bisa Anda garap secara online juga bukan?. Yang penting Anda bisa memperoleh harga beli yang rendah dan menjualnya dengan harga normal pada teman-teman online Anda. Anda mungkin sudah sering mendengar toko online? Why not menjadikan batik sebagai peluang usaha online Anda?

Sekarang kalau kita amati secara bersama-sama untuk pemakaian busana batik ini, sudah menjadi suatu kebutuhan untuk sebagian atau bahkan hampir menyeluruh pemakaian busana batik ini mendominasi di negara kita, seperti halnya perusahaan – perusahaan BUMN dan tidak menutup kemungkinan perusahan swasta yang mengkhususkan memakai busana batik untuk hari-hari tertentu.
Pemakaian busana batik ini bisa juga digunakan untuk banyak acara, seperti apabila kita diundang oleh kerabat dan relasi kita, paling tidak yang ada di benak kita adalah busana berkerah rapi dengan bawahan gelap atau busana batik betul khan? ataupun mungkin undangan hajatan yang lain seperti tasyakuran, ulang tahun, pesta keluarga, busana batik sangat tren saat ini, sehingga tak heran kalua kita memakai busana batik maka sedikit banyak merupakan tipical orang Indonesia asli. Dalam rapat – rapat penting pun, pemakaian busana batik juga terlihat baik dan elegan. see? bahwa target market untuk usaha batik ini sangat luar biasa.

Busana batik ini mempunyai corak dan warna yang khas yang bisa membaur dengan si pemakainya sehingga, untuk si pemakianya bisa menjadi lebih percaya diri dan mantap. Busana batik ini juga sangat diminati oleh orang – orang bule atau orang – orang barat, tidak hanya karena warna dan coraknya yang indah (dimana mungkin bisa memberi inspirasi tersendiri bagi mereka orang bule contohnya bill gate), akan tetapi busana batik memang netral dipakai untuk semua kondisi, acara atau hajatan.

October 19, 2009 at 2:32 am Leave a comment

Older Posts


Categories

  • Blogroll

  • Feeds


    Follow

    Get every new post delivered to your Inbox.